Serayu Merayu
Saya terbangun ketika sadar kereta yang saya tumpangi sedang berhenti di stasiun Cikarang. Sambil mengucek mata dan mengumpulkan nyawa, saya melirik jam di gawai. Bahkan belum genap satu jam kereta berangkat tapi saya sudah tertidur pulas. Ini tentu akibat dari semalam yang tiada bertemu nyenyak selama di kereta Brantas menuju Jakarta. Tiketnya memang saya dapatkan cukup dadakan, dan yang tersisa hanya nomor-nomor tempat duduk yang kurang ideal. Ditambah pula setibanya di Pasar Senen pagi-pagi buta, berjam-jam setelahnya hanya saya habiskan dengan luntang-lantung tak jelas untuk menunggu kereta berikutnya. Sedangkan tiket kereta api Serayu seharga 67 ribu rupiah, sudah saya tebus terlebih dahulu. Pagi itu kereta akan membawa saya dari Jakarta menuju Purwokerto. Saya sengaja melakukan perjalanan menggunakan kereta api kelas ekonomi secara estafet. Ide ini tercetus begitu saja ketika saya merasa sedang butuh pelarian dari rutinitas pekerjaan. Mungkin ini terdengar agak kurang waras untuk...