Postingan

Menampilkan postingan dengan label museum

Gondang Winangoen, Sekelumit Riwayat Gula di Tanah Jawa

Gambar
Berada persis di tepi jalan raya yang menghubungkan kota Jogja dan Solo, membuat Museum Gula Jawa Tengah mudah ditemukan oleh siapa pun. Namun sayangnya, lokasinya yang strategis tak selalu menjamin akan ramai dikunjungi oleh wisatawan. Seperti pada suatu pagi menjelang siang itu, sepi adalah kesan pertama yang saya dapatkan. Sebelumnya, saya terlebih dahulu menukar lima ribu rupiah dengan selembar tiket sebagai tanda masuk museum yang terletak di Desa Plawikan, Jogonalan, Kabupaten Klaten tersebut. Perhatian saya langsung tertuju pada beberapa koleksi lokomotif uap yang dipajang di halaman museum. Salah satunya diberi nama ‘ simbah ’, karena beroperasi sejak awal masa kejayaan PG Gondang Winangoen yang kini telah berganti nama menjadi PG Gondang Baru . Terdapat pula pedati atau gerobak sapi, yang dulunya digunakan untuk mengangkut tebu, sebelum tergantikan oleh tenaga mesin. Beberapa peralatan berukuran besar lainnya turut menemani di halaman museum yang tampak begitu kesepia...

Kudus, Museum dan Sejarah yang Menyertainya

Gambar
Kudus Kota Kretek. Foto oleh: Risang Parikesit . Dua ribu tujuh belas tanpa terasa sudah berjalan beberapa pekan. Selama itu pula saya sedikit menahan diri untuk sekedar berpergian ataupun jalan-jalan ketika akhir pekan. Kebanyakan orang pun mungkin sama, cenderung malas untuk berpergian di bulan Januari. Karena memang di bulan tersebut, musim penghujan sedang memasuki masa puncaknya. Suatu pagi di bulan Januari yang sudah memasuki hitungan akhir. Sebuah sepeda motor berjalan pelan di antara kendaraan-kendaraan lain yang melaju kesetanan di jalur pantura Semarang-Demak. Dua orang penumpangnya masih tetap santai meski berkali-kali disalip oleh motor butut sekalipun, atau truk enam roda yang berjalan merayap karena kelebihan muatan. Bukannya tak mampu melaju lebih cepat, Mas Icang yang mengendarai motor tersebut harus selalu sigap mengantisipasi setiap lubang yang menganga di sepanjang jalan yang kami lalui. Maklumlah, musim hujan tak hanya berdampak pada sepatumu yang ha...

Hanya Sebentar di Trowulan

Gambar
Setelah gagal menginjakkan kaki di Jawa Timur pada 2014 silam kemudian memilih berbelok ke Dieng , awal November 2015 lalu (duh nulisnya telat pake banget) akhirnya saya berkesempatan lagi mengunjungi Jawa Timur dengan cara yang tidak pernah saya sangka sebelumnya. Kenapa? Tidak akan saya ceritakan disini ya muehehehe :))) Bahkan perjalanan ke Jawa Timur ini nyaris tanpa rencana yang matang. Pokoke budhal..!!! :D Tempat pertama yang langsung melintas di pikiran saya waktu itu adalah Trowulan. Ya, saya harus kesana. Saya bukan mau sok-sokan belajar tentang sejarah, tapi mengunjungi tempat-tempat kekunoan seperti candi atau peninggalan-peninggalan bersejarah lainnya selalu memberi kesan tersendiri bagi saya ketika berpergian.Sebagai upaya saya menghargai peradaban nenek moyang kita di masa lalu. Tidak akan ada masa sekarang jika tak ada masa lalu bukan? Dan masa lalu bukan hanya tentang mantan melulu kan? :p Mup on Gaessss!!!   Berbekal Rp.70.000 saya nekat memesan t...

Menengok Masa Lalu di Museum Kereta Api Ambarawa

Gambar
Stasiun Ambarawa. Entah sejak kapan saya suka dengan berbagai hal yang berkaitan dengan kereta api. Eh gak cuma kereta api ding, saya juga suka pesawat. Eh gak cuma pesawat, saya juga suka kapal. Intinya saya suka dengan benda mati yang bergerak. (maksudnya?) Ya misalnya moda-moda transportasi yang saya sebutkan tadi. Duh kok jadinya malah merembet kemana-mana ini ya. Padahal saya kali ini pengen ngomongin kereta api lho.   Ngomongin soal kereta api, saya pribadi lumayan sering menggunakan moda kereta api ketika berpergian jarak jauh. Kalau tujuannya masih bisa diakses dengan kereta api ya pasti naik kereta yang jadi pilihan utama. Kalau tidak memungkinkan baru menggunakan moda transportasi umum lain, misalnya bus atau yang lainnya. Lampu vintage ala ala. Korban mutilasi :( Kereta api juga erat kaitannya dengan sejarah bangsa Indonesia. Karena tahu sendiri lah kereta api (plus infrastrukturnya) ada kan berkat Pemerintah Kolonial belanda pas menjajah bangsa kit...

Jalan-jalan Hore Part #1: Lost in Solo

Gambar
Jalan-jalan ke Solo ini sebenarnya adalah rencana yang hampir kadaluarsa dan mulai membusuk. Iya, lha wong rencananya tahun lalu dan hampir setahun kemudian baru kesampaian. Tapi kali ini saya tidak sendiri, saya bersama seorang teman yang saya kenal lewat Facebook , namanya Mas Bani dari Jogja. Dia awalnya sih ngajak one day trip aja ke Solo, atau kalau terpaksa nginep ya kami akan tidur di taman atau kalau perlu di emperan toko, intinya kami akan nggembel hore waktu itu. Tapi yah apa mau dikata, salah satu personil yang mau ikut yang juga temen Mas Bani mendadak sakit. Gagal deh. Bener ya manusia bisa aja penuh rencana keren di otak mereka, tapi Tuhan bisa seenaknya sendiri menentukan takdir. Itu sih hikmah yang bisa saya ambil. *tsahh* Lalu kami sepakat pada tanggal 11-12 Februari kami akan jalan-jalan ke Solo. Saya waktu itu yang juga lagi luang ya oke-oke aja. Lagipula saya penasaran banget sama kota Solo itu seperti apa sih, meskipun sering lewat tapi belum pernah s...