Postingan

Menampilkan postingan dengan label #AfternoonTalk

Tiga Puluh Tiga, Seperti Hari-hari yang Lain

Gambar
Tepat hari ini saya resmi berusia tiga puluh tiga. Seperti hari-hari yang lain, tampaknya saya akan menghabiskan hari ini dengan biasa saja, tidak ada sesuatu yang istimewa. Tidak ada perayaan atau semacamnya, seperti tahun-tahun yang lalu. Beberapa waktu yang lalu saya sempat akan merencanakan sesuatu pada hari ini. Mengambil jatah cuti kerja barang satu atau dua hari, sekadar bersantai di rumah atau berpergian ke suatu tempat yang dekat-dekat saja, lalu berkeliling sebentar atau mencari makanan khas yang ingin saya cicipi. Namun rencana hanyalah rencana, beberapa pekerjaan perlu dibereskan, dan kali ini memang sedang tidak bisa ditunda-tunda. Di hari bertambahnya umur ini, sebetulnya dua tahun ke belakang saya mempunyai perayaan kecil, itu juga kalau pantas disebut perayaan. Saya mengajak serta seorang kawan lama, yang kebetulan memiliki hari lahir hanya berselisih satu hari. Kami berpergian bersama, ketika keadaan telah pulih seperti sedia kala, setelah kita semua melalui hari-hari...

Pada Hari-hari yang Berbeda

Gambar
Dua ribu dua puluh empat tak terasa sudah tiba di bulan Juni, bulan keenam dalam kalender Masehi. Seketika saja separuh tahun hampir terlewati lagi. Hari demi hari, tahun demi tahun berlalu. Blog ini seakan mati suri, tak berpenghuni tanpa suatu postingan apapun. Terhitung sudah lima tahun silam sejak tulisan panjang terakhir saya terbitkan. Itupun juga tulisan lama yang mengendap di draft , yang akhirnya saya selesaikan juga bertahun setelahnya. Masih adakah yang setia membaca blog di tahun 2024? Di era sekarang ini, di mana segala sesuatunya bergerak dengan cepat, dan segala macam rupa informasi datang silih berganti tanpa ampun, rasa-rasanya blog adalah sesuatu yang usang dan sudah ditinggalkan. Hadirnya media sosial yang terus berkembang tentu menjadi salah satu sebab. Berbagai informasi berbasis foto, gambar, ataupun video berdurasi singkat lebih disukai banyak orang karena bisa selesai dalam sekali menggulung layar gawai. Berbeda sekali dengan blog yang harus duduk tenang-tenang...

Tak Ada Pulang yang Benar-benar Jauh

Gambar
Stasiun Purwosari, pukul tujuh pagi. Adalah sepi di beberapa sudutnya. Pada musim mudik seperti ini, stasiun-stasiun kereta biasanya akan disesaki oleh calon penumpang yang akan kembali ke kampung halamannya masing-masing. Setidaknya itu yang saya bayangkan. Namun hal itu tidak saya temukan di Stasiun Purwosari, pukul tujuh pagi. Beberapa calon penumpang tampak kebingungan di depan chek in counter . Sementara yang lain terlihat kerepotan membawa barang bawaan mereka yang menggunung. Sedangkan saya yang baru saja tiba, memilih untuk langsung menghadap meja pemeriksaan tiket. Hanya segelintir calon penumpang yang telah berada di ruang tunggu, selebihnya hanya bangku-bangku kosong tak berpenghuni. Sepertinya memang tak banyak jadwal keberangkatan kereta. Atau mungkin saja tak banyak orang yang melakukan perjalanan mudik pagi itu. Terlebih pada jam yang masih berdekatan dengan pelaksanaan sholat ied. Stasiun Purwosari, pukul tujuh psgi. Bangku-bangku tak berpenghuni. S...

Pesan Terakhir Sang Arsitek

Gambar
Tak terasa sudah setahun lebih berlalu, sejak peristiwa terbakarnya pada 9 mei 2015 silam menggegerkan masyarakat Kota Semarang. Kini bangunan Pasar Johar memang masih berdiri, namun tak lagi utuh. Ia telah kehilangan jiwanya. Bukan hanya karena rusaknya atap, atau melengkungnya tiang-tiang penyangganya yang telanjang. Melainkan karena ia tidak lagi bisa memberi ruang-ruang pertemuan bagi manusia selayaknya sebuah pasar. Hal itulah yang membuat beberapa pegiat sejarah, seni dan arsitektur di kota Semarang serta bekerja sama dengan berbagai pihak, menggagas sebuah pameran tentang karya dan hidup seorang Herman Thomas Karsten ; sang arsitek Pasar Johar. Pameran bertajuk " Indonesia Bersatoelah, Indonesia Bermoelialah " ini diadakan sejak 19 November lalu. Bertempat di Semarang Contemporary Art Gallery di kawasan Kota Lama Semarang. Sedianya hanya berlangsung sampai akhir November, namun pada akhirnya di perpanjang hingga 17 Desember nanti. Semarang Contemporary Art...

KRI Dewaruci dan Cerita Semasa Kecil

Gambar
Beberapa saat sebelum badai menerjang. Hampir 3 jam berlalu sejak KM Kelimutu yang membawa kami bertolak dari perairan Karimun Jawa. Itu berarti kapal sudah menempuh hampir setengah perjalanan menuju Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Namun tak ada tanda-tanda gelombang akan mereda, meski hujan sudah benar-benar reda. Sempat terbersit sedikit kekhawatiran di benak saya, pun saya pikir Mas Icang juga merasakan hal yang sama. Bagaimana tidak, belum apa-apa mendung pekat sudah terlihat menggulung dari arah selatan. Ketika kami baru tiba di dermaga Pelabuhan Karimun Jawa, untuk menunggu kapal kecil yang akan membawa kami berpindah ke KM Kelimutu. Arah selatan jugalah yang akan dituju oleh KM Kelimutu untuk mengantarkan kami menuju Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Baca juga: Melihat Karimun Jawa dari Sisi Lain. KM Kelimutu terlihat di kejauhan. Bokong KM Kelimutu. Benar saja, ketika semua penumpang telah selesai naik ke kapal, hujan disertai angin kencang langsung me...

Sikunir Ramai: Merayakan September, Merayakan Hidup

Gambar
I met you in the city of the fall One September night We sat down on the table near the wall Where conversation flows   Adhitia Sofyan - September Entah kenapa September tahun ini tiba begitu cepat. Padahal saya masih ingin merayakan hujan di bulan Januari, berpura-pura tidak tahu ketika Maret tak terasa telah berganti April begitu saja. Atau pun menyambut angin di bulan Agustus, yang seakan tahu tugasnya tiba untuk membuat sang dwi warna berkibar di puncak tiang tertinggi. Harum September kali ini mungkin sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hampir setiap hari aroma tanah basah mampir di indera penciuman. Bahkan tak jarang bau busuk yang tercium, karena sampah yang berhari-hari menumpuk tersiram hujan deras. Sesekali juga, genangan-genangan sisa hujan semalam muncul di sisi jalanan Semarang. Beruntung, tak sampai banjir besar. *** Hampir gelap, ketika hujan deras yang mengguyur akhirnya menghadang perjalanan kami di daerah Krasak , Wonosob...