Postingan

Semarang dari Kampung ke Kampung

Gambar
Semarang kini berkembang semakin modern dan tentunya semakin menarik banyak peminat untuk datang ke kota ini. Hal tersebut dikarenakan berbagai faktor. Selain perannya sebagai ibu kota dan pusat pemerintahan Jawa Tengah, Semarang juga didukung dengan wilayahnya yang strategis sebagai kota pelabuhan yang mengalirkan arus perdagangan. Baca juga: Menyusuri Jejak Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Perekonomian pun tumbuh seiring dengan arus perdagangan yang terus bertambah. Berbagai gedung bertingkat terus dibangun di setiap sudut  Kota Lunpia ini, demi mendukung kegiatan perekonomian. Entah itu perkantoran, pertokoan, hotel maupun pusat-pusat perbelanjaan semakin menjamur pada dewasa ini. Namun pernahkah anda perhatikan, di sela-sela gedung-gedung tersebut hampir selalu terdapat gapura atau gang kecil yang seakan terjepit di antara hutan beton? ***** Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan kembali untuk mengikuti walking tour yang diadakan oleh Bersukaria . Walki...

Candi Belahan, Petirtaan Raja di Lereng Penanggungan

Gambar
Air adalah peyangga hidup utama bagi makhluk hidup. Bagi manusia sendiri, air memiliki gerak kehidupan. Bumi ini menyediakan air melalui sumber mata air yang kemudian mengalir membentuk sungai-sungai bagai urat nadi manusia. Di sepanjang aliran sungai itulah terjadi gerak kehidupan, gerak peradaban. Candi di balik pagar. Peradaban besar di berbagai belahan bumi dibangun di tepian aliran sungai-sungai besar. Demikian pula di nusantara ini, sungai dan sumber air telah mewariskan peradaban yang panjang. Warisan peradaban masa lampau berupa situs dan benda bersejarah yang berhubungan dengan pemanfaatan dan pemaknaan air membuktikan hal ini. ***** Suara gemericik air dari balik pagar seakan mengundang siapapun untuk mendekat. Plang putih yang berukuran cukup besar bertuliskan Candi Belahan berada tepat di atas pagar, membuat siapapun yang melintas di jalan tersebut bisa membacanya. Plang tersebut pula yang akhirnya bisa meyakinkan saya, bahwa kami telah sampai di tempat yang b...

Serunya Menginap ala Raja Jawa di Mesastila Hotel and Resort Magelang

Gambar
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres akibat rutinitas sehari-hari yang menjemukan. Saat akhir pekan atau liburan panjang, tentu tidak ada salahnya jika Anda menjauhkan diri sejenak dari hiruk pikuk perkotaan untuk berlibur ke tempat yang lebih menenangkan. Di daerah pegunungan , misalnya. Jika Anda sedang merencanakan liburan ke Jawa Tengah, tepatnya di Kota Magelang , ada satu penginapan yang sangat cocok untuk menyegarkan diri dan pikiran, yaitu Mesastila Hotel and Resort . Dengan suasana hotel yang damai dan alam sekitarnya yang mengagumkan, dijamin segala kepenatan yang Anda rasakan perlahan-lahan akan hilang, berganti dengan perasaan tenang dan tenteram. Penginapan Eksklusif dengan Pemandangan yang Memukau Mesastila Hotel and Resort. Mesastila Hotel and Resort merupakan penginapan mewah yang berlokasi di Desa Losari, Grabag, Magelang. Dulunya, hotel bertaraf internasional ini bernama Losari Spa Retreat Coffee & Plantation . Namun, setelah k...

Grojogan Klenthing Kuning, Pesona Air Terjun di Balik Sebuah Legenda

Gambar
Ada berbagai macam alasan ketika seseorang memutuskan untuk mengunjungi suatu tempat wisata yang sudah pernah didatangi sebelumnya. Entah kedua kalinya, ketiga dan seterusnya. Salah satunya adalah mungkin saja pada kunjungan sebelumnya terasa sangat berkesan, sehingga ingin mencoba mengunjunginya kembali di lain waktu. Namun pagi itu, tak ada alasan khusus ketika saya bersama seorang kawan berkunjung ke Grojogan Klenthing Kuning untuk kedua kalinya. Tak terasa empat tahun sudah berlalu sejak pertama kali kami dan beberapa teman lainnya datang ke air terjun yang berada di Desa Kemawi, Sumowono, Kabupaten Semarang ini, untuk sekedar menghabiskan hari libur. Suara dedaunan yang saling bergesekan ketika diterpa angin menemani langkah kami, ketika menyusuri jalan setapak yang membelah rimbunnya pepohonan dari area parkir kendaraan menuju air terjun. Hanya beberapa puluh meter setelahnya, suara deburan air sayup-sayup terdengar dari bawah jurang di kiri kami. Terlihat sebuah grojo...

Menyusuri Jejak Oei Tiong Ham, Raja Gula dari Semarang

Gambar
Berawal dari obrolan panjang dengan seorang teman, yang berkunjung ke Museum Gula Jawa Tengah beberapa waktu yang lalu. Gula, gula dan gula. Entah kenapa selalu memenuhi benak saya belakangan ini. Seperti yang kita ketahui, industri yang dimulai sejak jaman pemerintah kolonial tersebut pernah mengantar Indonesia sebagai eksportir gula terbesar di dunia. Gula memiliki sejarah panjang di tanah Jawa pada khususnya, dimulai dengan berdirinya ratusan pabrik gula sejak abad ke-17. Namun satu per satu ditutup karena krisis ekonomi yang melanda dunia pada tahun 1930an, menyebabkan harga gula jatuh di pasaran. Car free day di Jl. Pahlawan Hingga penelusuran saya tertuju pada sebuah nama yang cukup asing di telinga saya. Namun dengan julukannya sebagai Raja Gula dari Semarang, nama Oei Tiong Ham seakan membuat rasa ingin tahu saya semakin besar. Siapakah sosok Oei Tiong Ham ini?? *** Di suatu minggu pagi yang cerah, saya bersama beberapa teman lainnya yang ikut dalam Bersuka...