Postingan

Mendadak Prau 2565 mdpl

Gambar
Sindoro di kejauhan :)) Berawal dari seorang teman untuk mengadakan acara reuni teman-teman SMP, namun kali ini mungkin akan sedikit berbeda. Yap, karena kali ini akan reunian di gunung alias mendaki gunung. Iya dong harus mendaki dulu. Masa iya tiba-tiba cling! Gitu dah di atas gunung? Kan gak lucu. Setelah contact sana-sini siapa saja teman SMP dulu yang masih bisa dihubungi dan diajak bergabung dalam pendakian ini, akhirnya terkumpul lah kami.. empat orang! Sigh~ Pipit, Sulis, Afriliyanto alias Pak Yanto dan saya. Lah kok cuma berempat? Itu mau reunian ato mau bikin boyband? Bodo amat!   Oke saya terima nikahnya ehh ajakannya untuk reunian ini. "Kapan?" Tanya saya. "Weekend ini" Sahut Sulis. Dia yang paling ngebet ngajakin kami naik gunung. "Lah kok mendadak amat?" "..." Tapi saya iyakan saja toh weekend ini saya memang belum ada acara. Namun kami belum menentukan gunung mana yang akan kami panjat. Dengan pertimbangan jarak ...

Dolan karo Simbok Part II

Gambar
Cerita sebelumnya disini Minggu , 19 April 2015 Hoaammmm ... Saya terbangun begitu mendengar kegaduhan di ruang tengah. "Woyyy berisik woyy...!!" Saya teriak. Ehh engga ding, itu cuma suara hati saya. Kalo beneran udah jadi rica-rica saya sama mereka. T.T Iya, saya tidur disitu semalam. Karena sebelumnya saya masuk kamar cowok untuk mengambil sesuatu, padahal itu belum lama setelah sesi sharing bubar dan sebagian besar masuk kamar untuk tidur. Tapi ini malah bikin acara orkestra alam mimpi berjamah (baca:ngorok) jamaah ohh jamaah ... lah Setelah berdebat cukup panjang akhirnya berangkatlah beberapa orang ke pasar Bandungan, untuk membeli segala keperluan sarapan pagi ini. Diantaranya Mba Ika, Budhe Retno, Mas Ariy dan lainnya. Sementara saya.. pengennya sih melanjutkan tidur uwuwuw : 3   Tahu sendiri lah udara Bandungan memang berhawa sejuk (baca:dingin)  karena terletak di lereng Gunung Ungaran. Tapi gak nyangka juga sih bakal sedingin in...

Dolan karo Simbok Part I

Gambar
Entah bagaimana kronologinya yakali .. acara ini direncanakan. Tetiba saya dimasukkan ke grupchat whatsapp dengan judul yang sama, setelah beberapa hari saya tidak aktif di grupchat whatsapp Backpacker JogloSemar. Dolan karo simbok ini terlaksana atas undangan dari Mama Dyah, nah beliau ini bisa dibilang ibu dari kami anak-anak backpacker JogloSemar yang tergabung di grupchat whatsapp . Diadakan tanggal 18-19 April kemarin, dengan agenda city tour Semarang, lalu dilanjutkan gathering di sebuah villa yang sudah disewa oleh Mama Dyah di daerah Bandungan, Kab. Semarang.   Oiya, untuk segala akomodasi dan transportasi sudah ditanggung oleh beliau, dengan menyediakan 2 mobil untuk digunakan berkeliling Kota Semarang. Saya sendiri ragu untuk ikut, tapi kalo acara gratisan gini mah hayuukk aja :D Sebagai tuan rumah, karena kebetulan saya memang berdomisili di Semarang, saya ditugaskan menjemput 2 orang kloter awal yang akan tiba dari Jakarta Jum'at malam yaitu Mas Aji dan...

Jogja, 0 KM dan Elegi Patah Hati

Gambar
Tetiba aku mengingatmu.. Ketika senja yang dibalut jingga perlahan turun di atas langit Jogja. Diantara riuhnya orang-orang yang berlalu-lalang, atau sekedar duduk-duduk menikmati suasana sore yang hampir habis di sekitaran Titik Nol Kilometer Jogja. "Karena yang bisa kucintai darimu kini dan nanti adalah kenangan ..." Ujarmu lirih. Lebih tepatnya pasrah. Kita terlalu bodoh mungkin, terlalu banyak menghabiskan waktu tanpa ada kata yang mengungkap rasa diantara kita. Perkara semua ini akan bermuara kemana, diakhiri kata bersama atau tidak, itu soal nanti. Serahkan saja pada takdir.   Dan kini, aku hanya bisa memaki takdir yang nyatanya tak pernah berpihak pada kita. Ibarat sebuah buku, kita hanya sepotong kisah yang pernah terselip diantara lembaran kisah hidupmu. Hanya beberapa halaman, bukan satu bab penuh. Apalagi menjadi ending. Tentu bukan. Teringat sebuah janji yang pernah terucap, suatu saat nanti bisa menikmati Kota Jogja bersama. S...

Selepas Senja di Bulan November

Gambar
Terang baru saja berganti gelap, siang telah direnggut oleh kejamnya malam. Menyisakan berjuta tanya di benak : mengapa senja kali ini tanpa jingga? Apakah kini senja dan jingga sudah tak berteman lagi? Ah tak mengapa. Bukan kah senja tak melulu tentang jingga?   Senja kali ini nampaknya lebih memilih berkawan dengan awan mendung. Atau sebenarnya Ia sengaja ingin berbasah-basahan dengan hujan  Di selingi tarian dedaunan yang di tiup angin. Menertawakan dua manusia yang terdiam di sudut senja sana. Terang dan gelap. Siang dan malam Berputar silih berganti, melengkapi satu sama lain begitu seterusnya. Tapi lain halnya dengan kita, yang hanya bisa terdiam  Kita, ternyata tak pernah kemana-mana sebetulnya  Perihal kebersamaan kita, yang terlalu banyak penundaan. Sambil terus berharap waktu akan terus berpihak. Seiring berlalu, mestinya sesuatu bisa berubah. Tapi ternyata tidak, entah kenapa hati ini masih menyimpan gelisah yang sama. ...

Mari Bercerita

Gambar
Seperti yang biasa kau lakukan Ditengah perbincangan kita, Tiba-tiba kau terdiam Sementara ku sibuk menerka apa yang ada di fikiranmu. Sesungguhnya berbicara dengan mu Tentang segala hal yang bukan tentang kita, Mungkin tentang ikan paus dilaut Atau mungkin tentang bunga padi disawah. Sungguh bicara denganmu tentang segala hal yang bukan tentang kita, Selalu bisa membuat semua lebih bersahaja…   Malam jangan berlalu… Jangan datang dulu terang. Telah lama ku tunggu… Kuingin berdua dengan mu. Biar pagi datang Setelah aku memanggil.. terang… Aihh.. pencuri kau, terang.. Malam jangan berlalu… Ingin berdua dengan mu.. Telah lama ku tunggu... Aihh.. pencuri kau, terang..

Aku (Berharap)

dan .... nanti kita terpisah ruang serta jarak hati kita tak terpisah semoga ... sungguh, aku sangat berpengharapan besar sangat besar genggam jemarimu (lagi) sungguh ... ingin lebih lama sangat lama ! hilanglah jarak, membentang semoga ... tatap mata itu pandangi wajah itu kembali dalam hangat genggamu sungguh .... aku ingin lebih lama lagi (bersamamu) di hening malam   aku (selalu) berharap kita sedang memandang langit sama dimana disana, berpendar cahaya dari do'a-do'a kita beriring hembus angin antar rindu menujumu dan ... saat nanti kita bertemu hangat kita tetap terjaga sungguh ... terjaga beriring kehendak Nya