Postingan

Manfaatkan Jatah Cutimu dengan Backpacking ke Vietnam

Gambar
Sumber: freepik.com Beberapa tahun belakangan, Vietnam menjadi salah satu destinasi favorit para backpacker dari seluruh dunia. Termasuk para backpacker dari Indonesia yang tertarik liburan ke sana karena harganya cukup terjangkau bila dibandingkan dengan Negara lain di sekitarnya. Liburan ke Negara ini juga tidak memerlukan waktu yang sangat panjang, hanya sekitar 7 jam penerbangan dengan Vietnam Airlines ke Hanoi. Kalau kamu sudah punya rencana buat cuti di momen hari kejepit nasional yang banyak tersebar di sepanjang 2018, Vietnam adalah salah satu destinasi yang nggak bakal bikin kamu kecewa. Nah, sebelum berangkat, ada baiknya kamu perhatikan beberapa hal buat backpacking di Vietnam berikut ini. Beberapa destinasi pilihan Hanoi Sumber: pixabay.com Ada banyak tempat yang bisa kamu kunjungi di Vietnam. Yang paling wajib adalah Hanoi, Ibukota Negara yang pastinya menjadi tujuan perjalanan pertama setelah mendarat dengan menumpang Vietnam Airlines . Kota ini...

Gondang Winangoen, Sekelumit Riwayat Gula di Tanah Jawa

Gambar
Berada persis di tepi jalan raya yang menghubungkan kota Jogja dan Solo, membuat Museum Gula Jawa Tengah mudah ditemukan oleh siapa pun. Namun sayangnya, lokasinya yang strategis tak selalu menjamin akan ramai dikunjungi oleh wisatawan. Seperti pada suatu pagi menjelang siang itu, sepi adalah kesan pertama yang saya dapatkan. Sebelumnya, saya terlebih dahulu menukar lima ribu rupiah dengan selembar tiket sebagai tanda masuk museum yang terletak di Desa Plawikan, Jogonalan, Kabupaten Klaten tersebut. Perhatian saya langsung tertuju pada beberapa koleksi lokomotif uap yang dipajang di halaman museum. Salah satunya diberi nama ‘ simbah ’, karena beroperasi sejak awal masa kejayaan PG Gondang Winangoen yang kini telah berganti nama menjadi PG Gondang Baru . Terdapat pula pedati atau gerobak sapi, yang dulunya digunakan untuk mengangkut tebu, sebelum tergantikan oleh tenaga mesin. Beberapa peralatan berukuran besar lainnya turut menemani di halaman museum yang tampak begitu kesepia...

Jelajah Kampung Kauman Semarang

Gambar
Akhir-akhir ini saya kembali menikmati menjadi seorang pejalan kaki. Menyenangkan sekali bisa menyusuri kota, melangkahkan kaki di atas trotoarnya, hingga masuk ke gang-gang sempit. Melihat lebih dekat apa yang selama ini terlewat. Seringkali kita melewatkan suatu hal atau tempat ketika berkendara, namun akan berbeda cerita jika sedang berjalan kaki. Beruntung saya menemukan Bersukaria yang cukup sering mengadakan walking tour di kota Semarang. Tak hanya berjalan kaki, namun kita akan diajak menelusuri tempat-tempat bersejarah dan juga cerita menarik lainnya. Saya sendiri sudah beberapa kali mengikuti tur jalan kaki yang diadakan setiap akhir pekan ini. Terkadang pada saat sore ketika matahari sudah tidak terlalu terik, namun tak jarang pula diadakan pada pagi hari. Terbengkalai. Seperti pada Minggu pagi itu, saya dan beberapa teman lain sudah berkumpul di depan Hotel Dibya Puri yang terbengkalai. Kali ini kami akan diajak menjelajah kampung Kauman dan sekitarnya. Saya san...

Mencari Ketenangan di Tepian Laut Utara

Gambar
Semarang pada Agustus yang sudah memasuki hitungan akhir. Angin masih setia berhembus mesra, mengibarkan merah putih dan umbul-umbul beraneka warna lainnya di sudut-sudut kota. Memeriahkan bulan yang selalu disambut dengan penuh suka cita di penjuru negeri. Pagi belum benar-benar merekah. Saya terbangun ketika hawa dingin terasa semakin menusuk. Tampaknya musim kemarau tahun ini telah tiba pada masa puncaknya. Dimana siang hari terasa begitu terik, sedangkan suhu pada malam hingga dini hari selalu membuat kita seolah tak ingin lepas dari selimut tebal. Baca Juga: Romantisme Kota Lama dalam Hitam Putih Ingin rasanya untuk kembali melanjutkan tidur. Terlebih ini adalah hari Minggu. Hari dimana kebanyakan orang bebas untuk bangun lebih siang dari biasanya. Sayangnya, mata sedang tak mau diajak berkompromi. Karena pada dasarnya  saya memang sudah terbiasa bangun pagi, bahkan sebelum alarm berdering. Jalan setapak di antara ilalang yang menari riang. Beberapa saat kem...

Jogja dan Semangkuk Bakmi yang Menumbuhkan Rindu

Gambar
Malioboro, semacam rindu. Jogja selalu berhasil membuat banyak orang memiliki kenangan di dalamnya. Entah itu bagi yang pernah menetap disini, atau mereka yang sekedar singgah satu dua hari untuk plesir. Bagi mereka, selalu ada alasan untuk kembali menyapa keramahan kota gudeg ini. Selain keramahannya, Jogja juga memiliki Malioboro. Seruas jalan yang sebenarnya tidak terlalu lebar ini, seakan menjadi menu wajib jika berkunjung ke Jogja. Tak lengkap rasanya ke Jogja jika belum singgah di Malioboro. Bagi kebanyakan orang, Malioboro sengaja diletakkan pada daftar paling akhir untuk dikunjungi dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah untuk berbelanja oleh-oleh. Selama ini Malioboro memang dikenal sebagai surga belanja oleh-oleh khas Jogja.  Berbagai macam barang bisa ditemukan disini. Baik yang dijajakan oleh pedagang di emperan toko, maupun di gerai-gerai ternama. Baca juga: Di Jogjakarta, Kami Bertemu Namun hal itu tak berlaku bagi saya, yang sesekali menyambangi ...