Postingan

3 Hari Untuk Selamanya Dalam 104 Menit

Gambar
Judul: 3 Hari Untuk Selamanya (2007) | Sutradara: Riri Riza | Durasi: 104 Menit | Pemeran: Nicholas Saputra dan Adinia Wirasti Lewat sudah, tiga hari 'tuk selamanya Dan kekal lah, detik-detik di dalamnya Tunggu sejuta rasa di hati Yang dulu diingkari Mungkinkah cinta itu disana Dua hati merekah Bagai mimpi terwujud tak disadari Kata hati tak semua didengarkan lagi   Waktu berpacu harap pun jadi Hasrat tuk memiliki Kini tersisa reka semata Cara untuk kembali Semula indah terasa Merekah seribu rencana Mungkinkah hati miliki kembaran rasa Semua henti di sana? percuma Langit biru setiap liku jalan itu Akan selalu melukiskan kisah itu Rindu yang kian terbendung lama Akan mencapai batasnya Terbuai indah kenangan baru Sesal jadi menyatu Segalanya tlah berlalu Setiap kali playlist Mp3 di ponsel saya memutarkan lagu ini atau kebetulan saya mendengar lagu ini sedang diputar di radio, ingatan saya langsung tertuju kepada film yang be...

Camping Hore di Tepi Pantai

Gambar
Tenda warna-warni di atas pasir putih "Ke pantai yuk?" Denger kata pantai, hari gini siapa sih yang nggak pernah ke pantai? Pastinya hampir semua orang pernah lah ya. Kecuali ngana yang emang nggak pernah piknik, tahunya cuma kantor-rumah, kantor-rumah, gitu terus sampai... Ultraman sungkem sama Ironman. Ini 2015 dan ngana nggak pernah piknik? Mungkin ngana belom move on dari jaman penjajahan Belanda. Kita udah merdeka men! Bung Karno baca teks Proklamasi tahun 1945 dan sekarang tahun 2015, berarti kita sudah merdeka selama? Itung sendiri dah~   Ng... bentar deh. Kenapa bahasa saya jadi gini sik? Bodo ah! Lanjut! Nah terus kalo ke pantai biasanya kamu ngapain? Berenang? Ah biasa. Maen pasir? Itu juga udah bosen. Nyari kerang-kerangan sambil ngarep kali aja nemu harta karun? Ahh basi itu mah. Tapi ya boleh-boleh aja sih tergantung minat dan bakat. Iya, kalo nggak bakat renang kan bisa ikut maenan pasir terus bikin istana atau iseng ngubur temen...

Suburban Love

Gambar
Listen to me just this once, you should know It won't take much time, it's all in my mind I've got so many things to say I don't know where you come from, what you made from Something whisper me so good, how could you send me a pack of lies We could make it simple Why you always set me in trouble I've never been so sure, my feeling lack to shows But you don't even care I know   You can fill your eyes with tears Wreath your face with smile Somehow I can't deny But I'm trying to let you go If this is your game You're the only one who makes the rules I've tried to play this one If this is your game but you never let me find the rules I've tried to play this one and I loose myself for nothing I wonder if you know Suddenly you changed my mind I wonder why you go I can't believe what we've become now I wonder if you know Suddenly you make me drown I wonder why you go I'v...

Keteduhan Dalam Musik Payung Teduh

Gambar
Denger kata Payung Teduh mungkin tidak menunjukan bahwa itu adalah nama dari sebuah band atau kelompok musik. Tadinya saya nggak tahu, pun termasuk teman-teman saya. Payung Teduh? Makanan apa tuh? Yakeleus! Awalnya saya hanya tahu sekilas tentang sebuah band bernama Payung Teduh dan beberapa lagunya dari radio. Tapi karena hanya sekilas jadi ya nggak terlalu merhatiin. Sampai pada sekitar awal tahun 2014 saya bertemu dengan seorang teman yang playlist MP3nya di penuhi dengan lagu-lagu dari Payung Teduh. Penasaran, saya kepoin deh tuh. Katanya dia suka Payung Teduh sejak menyaksikannya langsung tampil di sebuah acara di Kampusnya. Kece abis, katanya. Untuk pemula seperti saya dia menyarankan untuk coba denger lagu yang judulnya Resah.   Oke, saya search deh tuh di YouTube. Resah Aku ingin berjalan bersamamu Dalam hujan dan malam gelap Tapi aku tak bisa melihat matamu Aku ingin berdua denganmu Diantara daun gugur Aku ingin berdua denganmu Tapi aku hanya meli...

Tentang Negeri di Atas Awan

Gambar
Kaki siapa ini? Cerita sebelumnya klik disini Meski saya mengantuk, namun soal urusan di perjalanan seperti ini saya tetap tidak bisa tidur. Entah sudah berapa lama kami didalam bus, dan entah juga berapa jam lagi kami akan sampai di Dieng. Saya mulai gusar, karena laju bus semakin lelet saja, saat melalui tanjakan demi tanjakan. Jujur saya selalu hilang mood jika hanya menghabiskan waktu di perjalanan saja. Pukul 14.15, akhirnya kami tiba di pertigaan Dieng. Saya merogoh ponsel di kantong celana, lalu menghubungi teman sekaligus yang akan jadi guide dadakan kami. Sebelumnya dia berpesan kalau sudah sampai di pertigaan Dieng segera mengontaknya untuk menjemput kami. "Dingin juga ya..." Gumam saya sambil merapatkan jaket. Padahal saat itu matahari bersinar terik. Namun saya tak merasa kepanasan, malah sebaliknya. Maklum sih karena dataran tinggi Dieng ini berada di ketinggian rata-rata sekitar 2.000 m di atas permukaan laut . Suhu berkisar ...

Di Jogjakarta, Kami Bertemu

Gambar
Monumen Peringatan Serangan Umum 1 Maret Waktu itu saya masih memendam kekecewaan yang mendalam halah bahasa lu nyet gegara gagal ngetrip. Iya, saya kena PHP travelmate saya. Ternyata nggak cuma gebetan ya yang bisa PHP-in orang, travelmate pun bisa PHP juga -_- Tujuan trip kami adalah jelajah Jember dan Baluran. Plan sudah terencana matang bahkan kami sudah mendapatkan tumpangan menginap selama di Jember nantinya. Namun H-3 menjelang keberangkatan, dia mendadak hilang kontak, lenyap bak ditelan bumi. Kan kampret?? Kabarnya dia mau manjat Merbabu sebelum kami ke Jember. Pikiran saya mulai macam-macam tapi dalam batin saya berdoa semoga dia tidak kenapa-kenapa. Untung saja belum pesen tiket. Hufftt.. terpaksa saya harus merelakan gagal menginjakkan kaki di tanah Jawa Timur. Lalu sebuah ajakan muncul via chat Whatsapp : Mas , temenin jalan yok ? Jalan disini bukan dalam arti ngedate alias kencan lho ya, tapi ngetrip :)) Sebut saja Anind, eh emang namanya Anind...